Lompat ke konten

Konsep Standing Party di New Normal Mulai Diterapkan

Menghadapi fase new normal yang segera tiba, Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GP3I) telah merumuskan protokol keamanan dalam mengadakan acara resepsi pernikahan. Protokol new normal tersebut telah dirilis pada 2 Juni dan disepakati secara nasional.

Namun, Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspendi) Jatim menambahkan bahwa meski protokol sudah disepakati, ada sejumlah protokol lain yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Di Surabaya dan wilayah Jatim, dia menjelaskan akan menerapkan standing party seperti perayaan resepsi biasanya. Selain itu ini bisa jadi menjadi kabar gembira bagi para pengusaha pernikahan di Jawa Timur. Bahkan saat ini sudah ada beberapa customer yang ingin menyelenggarakan pesta pernikahan di Agusuts nanti. Adapun protokol kesehatan yang harus ditaati oleh para vendor pernikahan adalah sebagai berikut

PROTOKOL PESTA PERNIKAHAN

  • Dicek suhu tubuh sebelum masuk venue, baik tamu maupun WO.
  • Diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk venue.
  • Disediakan wastafel di area luar sebelum masuk vanue.
  • Pihak gedung maupun hotel wajib menyediakan ruang transit untuk mereka yang suhunya di atas normal.
  • Dekorasi dan meja disemprot disinfektan sebelum makanan ditata.
  • Disediakan hand sanitizer di setiap ujung ruangan pesta.
  • Disarankan untuk mengundang tamu 50 persen dari kapasitas gedung.
  • Desain pelaminan dibuat berundak untuk keperluan foto bersama di atas pelaminan.
  • Digital guest book dengan barcode.
  • Tamu disambut dengan video ucapan selamat datang daripada dengan interaksi langsung.

Akhirnya, ibarat gayung bersambut ini tentunya merupakan kabar gembira bagi para pengusaha pernikahan di Jawa Timur tidak terkecuali bagi kami berkah group sebagai pelaku jasa catering pernikahan di Surabaya . Selain memiliki paket catering pernikahan, kami juga memiliki paket pernikahan Surabaya. Tentunya hal tersebut haruslah sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan

”Bagian katering ini yang menjadi fokus utama kita,” ujarnya saat dihubungi kemarin. Sebab, wilayah Jakarta akan menerapkan round table party untuk mengendalikan undangan agar lebih tertib. ”Tapi, kalau di Jatim, terkendala kapasitas gedung. Tidak semua bisa menerapkan round table. Jadi, kita tetap pilih standing party dengan beberapa aturan yang disusun,” jelasnya.

Sumitro menjelaskan bahwa untuk katering makanan, tamu tidak bisa mengambil sendiri. Konsepnya, semua gubuk (stan) akan dijaga satu pelayan untuk melayani setiap tamu yang mau mengambil makanan.

”Di sini yang coba kita minimalkan adalah alat untuk mengambil makanan bisa tetap steril. Jadi, yang pegang cuma satu orang. Enggak dipegang oleh setiap tamu yang mau ngambil,” terangnya.

Selain itu, setiap gubuk akan diberi pembatas plastik antara tamu dan pelayan. ”Ini seperti yang sudah diterapkan di kasir-kasir supermarket,” tambahnya.

Namun, Sumitro menambahkan bahwa ide itu belum bisa direalisasikan karena belum dibahas dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ”GP31 Jatim memang sudah berkumpul beberapa kali untuk menyesuaikan protokolnya dengan wilayah Jatim. Tapi, memang kendala saat ini belum bisa ketemu Bu Khofifah,” ungkapnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/surabaya/10/06/2020/new-normal-surabaya-terapkan-standing-party-untuk-pesta-pernikahan/

Selain memiliki paket pernikahan Surabaya pada umumnya, kami juga memiliki paket intimate wedding di Surabaya untuk outdoor dan juga Indoor hotel. Butuh info lebih lanjut kalian bisa hubungi kami 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *