Lompat ke konten

Cara Menuju Jenjang Nikah dengan Budjet Hemat

Bagi setiap pasangan menuju halal adalah tujuan utama yang harus segera di laksanakan, bedasarkan ajaran islam tentunya mewajibkan umatnya untuk segera menikah ketika sudah mencapai kemampuan. Akan tetapi banyak orang salah kaprah istilah mampu disini adalah mampu dalam segi ekonomi atau keuangan awalnya saya fikir seperti itu, padahal yang dimaksud mampu disini adalah ketika kalian siap, sudah baligh tentunya, siap untuk mencari nafkah, dan bertanggung jawab dengan keluarga.

Hampir semua pernikahan datang dengan tantangan keuangan. Masalah uang besar atau kecil akan muncul dan itu bisa membuat stres. Setiap kali kita merasa terikat, saya dan suami cenderung, well, bereaksi berlebihan, dan mencoba untuk merombak keuangan kita sepenuhnya. Kami dikenal untuk mencoba menghemat ribuan rupiah dalam seminggu atau menghabiskan nol uang selama sebulan penuh. Ini setara dengan diet ketat dan karenanya tidak pernah berhasil.

Saya pikir mungkin pintar untuk berbicara dengan seorang ahli untuk menemukan beberapa cara yang benar-benar dapat dilakukan dan berkelanjutan bagi kita untuk menghemat uang. Dengan wawasan yang dipunya kami mencoba sesuatu yang berbeda: perubahan kecil yang dapat dikelola yang dapat mengurangi keuangan kami tanpa mengirim kami ke siklus royal. Setelah sebulan menerapkan lima taktik ini, kami menemukan bahwa mereka tidak hanya memiliki efek positif pada rekening bank kami, mereka juga memiliki efek positif pada pernikahan kami.

1. Memilih Paket Pernikahan yang Tepat
Saat setelah menetapkan tanggal pesta pernikahan kami mulai memikirkan berbagai cara untuk melakukan pembelian vendor secara murah. Saat itu kami jatuh hati pada salah satu wedding organizer di Surabaya. Alasan kami jatuh hati pada wedding organizer karena jasa tersebut melakukan promosi secara besar-besaran terhadap paket pernikahan Surabaya all item. Setalah melakukan pertimbangan panjang lebar dan melakukan konsultasi decara nyaman, Saya dan pasangan akhirnya memutuskan untuk menggunakan satu paket pernikahankomplit dengan harga yang sangat ramah. 

2. Menekan batas Pengeluaran Terutama Catering
Saat hendak menggelar pesta pernikahan Kami memutuskan untuk menggunakan jasa catering di Surabaya dengan batasan budget yang sesuai dengan kantong. Selain itu, Kami memilih beberapa catering yang memiliki jasa pelayanan dan rasa yang enak namun normal untuk harga. Keputusan kami tersebut dibuat atas dasar pertimbangan bahwa dalam menyelenggarakan pesta pernikahan tidak boleh hanya melihat pada sudut pandang orang lain melainkan harus melihat seberapa tinggi kemampuan kita dalam melakukan pembelian. 

3. Dilema Biaya Tambahan
Saat mengambil paket pernikahan murah kami hampir melupakan bahwa biaya dikeluarkan tidak hanya berfokus pada acara resepsi saja. Saat menjelang pernikahan kami juga masih membutuhkan biaya untuk menyelenggarakan pengajian pra-nikah. Adanya kegiatan tersebut tentu menguras kantong kami. Namun, kamu telah memiliki prinsip bahwa setiap masalah akan ada jalan keluarnya, sehingga kami menyiasati tambahan biaya tersebut dengan memasak secara mandiri menu yang disajikan dan memesan beberapa pelengkapan atau peralatan di jasa sewa alat pesta Surabaya agar dekorasi tempat makanan terlihat cantik. 

4. Jangan Abaikan Masukan
Sering saat menyiapkan pesta pernikahan Saya dan pasangan selalu bertengkar karena hal yang sangat sepele. Pertengkaran tersebut tidak lain adalah karena keinganan dan biaya sangat terbatas. Selain itu, pernikahan yang menyatukan dua keluarga tentu memiliki permintaan yang beragam. Permintaan tersebut cenderung menguras kantong hingga pikiran sampai ke akar-akarnya. Namun, sebagai manusia dewasa kita juga tidak boleh melupakan bahwa petuah atau nasihat dari orang sekitar yang lebih berpengalaman adalah hal yang beragam. Saringlah berbagai informasi yang sekiranya menguntungkan sedangkan untuk informasi memberatkan tolaklah dengan bahasa yang lemah lembut agar tidak menyakiti perasaan orang lain. 

5. Ikhlas 
Saat semua tidak berjalan dengan lancar tentu emosi yang ada pada diri sendiri akan ikut mencuat keluar dengan ganas. Hal tersebut perlu diwaspadi karena dapat menyakiti orang lain terutama pasangan kita. Berbagai masalah yang timbul menjelang pernikahan juga harus disiasati dan dicari solusi dengan baik. Selain itu, mulailah terbiasa berfikir bahwa tidak selamanya yang kita inginkan terkabul persis sesuai harapan. Jadi, menanamkan rasa iklas dalam diri juga sangat perlu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *