Lompat ke konten

6 Langkah Cerdas Mempersiapkan Konsep Pernikahan Virtual

Banyak pasangan yang mungkin sudah sejak jauh-jauh hari ingin melaksanakan pernikahan di tahun 2020. Tapi apa daya, pandemik Covid-19 datang, dan social distancing harus dilaksanakan sehingga berkumpul ramai-ramai di acara pernikahan pun tidak diizinkan. Kini kamu hanya bisa mengadakan upacara pernikahan sederhana dengan tamu undangan yang menyaksikan lewat pernikahan virtual.

Pernikahan virtual sebenarnya bukan konsep baru, kok. Dalam beberapa tahun terakhir ini saja banyak selebriti yang suka mempublikasikan ijab kabul atau pemberkatannya live di TV. Kalau kamu punya uang banyak nggak apa-apa, sih, tapi siapa juga yang mau nonton? Hehehe. 

Apakah kamu pernah melihat upacara pernikahan bahkan resepsi pernikahan kenalanmu di Instagram (IG) Live? IG Live saat ini menjadi media yang disukai untuk pernikahan virtual karena bisa melakukan siaran langsung dengan kolom komen untuk teman-teman yang tidak bisa

Buat kamu yang ingin menikah tahun ini jangan khawatir! Kamu bisa melakukan upacara pernikahan dan membagikan hari istimewa ini secara virtual. Walaupun berlangsung secara virtual, nih, kamu harus tetap mempersiapkannya dengan matang. Yuk pelajari cara merencanakan pernikahan virtual bersama-sama! kemudian baru kalian pilih paket pernikahan yang akan kalian gunakan

Langkah untuk Mempersiapkan Pernikahan Virtual

Walaupun durasi upacara pernikahan virtual ini nggak akan lama, namun tetap ada beberapa langkah yang harus kamu sesuaikan saat mengubah upacara pernikahan normal jadi virtual.

1. Pilih platform sharing

Ada banyak sekali platform untuk conference call yang bisa kamu gunakan. Di antaranya, platform yang paling umum adalah Zoomdan Google Hangouts. Ada mode gratis dari Zoom, namun terbatas. Untuk Zoom Pro atau Zoom Business, kamu dikenakan biaya 14 dolar Amerika/bulan dan bisa melakukan meeting dengan 100 orang tanpa batas waktu.

Sedangkan kalau Google Hangouts bisa digunakan oleh pemilik akun Google Suite dengan harga mulai dari $9 per bulan/pengguna. Kalau perbandingan harga dan kepraktisan mungkin Zoom yang paling cocok .

Kamu juga bisa membagikan momen pernikahanmu kepada khalayak umum, termasuk orang-orang yang tidak dikenal, lewat Instagram dan Facebook Live. Dengan kedua platform ini, kamu bisa memperlihatkan prosesi pernikahanmu ke sosial media dengan mudah dan tanpa batasan.

2. Jangan lupa mempersiapkan peralatan elektronik

Teknologi adalah kunci dari merencanakan pernikahan virtual. Minimal, nih, kamu butuh laptop dan handphone dengan kualitas kamera yang baik.

Kalau menggunakan handphone maka kamu membutuhkan tripod agar video yang diambil stabil dan tidak goyang. Kalau dipegang teman sudah pasti hasilnya bergoyang-goyang dan suaranya ‘bocor’ jika dia memegangnya sambil bicara.

Jangan lupa lakukan uji coba sebelum hari-H pernikahan virtual. Baik mencoba platform video maupun peralatan yang kamu gunakan untuk mengetahui apakah kualitasnya sesuai dengan harapanmu.

3. Kontak vendor (wajib!)

Walaupun keputusanmu mengundurkan resepsi pernikahan besar -besaran atau malah membatalkannya, beberapa vendor masih akan kamu butuhkan, lho. Vendor yang pasti kamu butuhkan untuk melaksanakan pernikahan virtual adalah gedung, dekorasi, katering, dan fotografer/videografer.

Pastikan bahwa seluruh vendor terutama fotografer dan videografer melakukan social distancing, ya, saat melayani hari istimewamu. Jangan lupa berkonsultasi soal angle yang pas untuk live streaming dan ingatkan mereka agar jangan berdiri di posisi yang bisa menutupi kamera.

Walaupun tidak banyak, ya, kamu pasti masih mengundang tamu, setidaknya keluarga, sahabat inti, orang dari catatan sipil dan pemuka agama. Kita harus menyediakan katering bagi mereka dan tentu kedua mempelai juga butuh makan, dong.

Jangan melupakan venue dan dekorasi, ya, karena kamu pasti tetap ingin berada di ruangan yang cantik untuk upacara perkawinan virtual. Masa menikah ruangannya terlihat kosong walaupun tamunya virtual? Tetap sewa dekorasi walau tidak mewah, deh, terpenting suasananya pas dengan seleramu dan pasangan.

4. Jangan lupa menyebar undangan

Kamu masih mau teman-teman dan keluargamu bisa menyaksikan pernikahan ini, kan? Mereka juga pasti mau dan sama excited-nya dengan mempelai, kok, untuk melihat kamu serta pasangan menempuh fase hidup baru.

Yang enak dari pernikahan model ini adalah undangannya juga digital. Kamu bisa membuat sendiri kartu undanganmu dengan berbagai aplikasi desain atau pesan di vendor-vendor undangan virtual

Di dalam undangan tersebut tinggal sebutkan tanggal, waktu, dan link dari live streaming-mu. Berikan juga instruksi cara-cara untuk melakukan video call, mulai dari wajib menyalakan kamera hingga mematikan microphone (mute) saat upacara berlangsung.

Berhubung pernikahan virtual via Zoom tergolong intim, kamu bisa minta tamu untuk berdandan seperti mau ke resepsi pernikahan pada umumnya. Setelah upacara, kamu bisa menyapa tamu-tamu sambil makan cake atau toast bersama. Buat pernikahan ini senormal mungkin! Minta tamu undangan untuk melakukan RSVP untuk menjaga ‘slot’ di aplikasi.

5. Lakukan gladi bersih

Walaupun pernikahan ini akan ditampilkan melalui live streaming bukan berarti kamu harus bersiap di hari-H saja. Kamu harus tetap melakukan latihan atau gladi bersih 1-2 hari sebelum pernikahan, tuh.

Pastikan bahwa dekorasi sudah terpasang dengan baik dan terlihat pas di kamera. Kamu juga harus bisa menemukan angle yang pas untuk merekam agar terlihat bagus serta memastikan semua peralatan teknologi dan aplikasi berjalan dengan lancar.

Untuk pernikahan secara Kristen, ya, coba sepakati dengan pasanganmu apakah video streaming akan dimulai saat kalian berhadapan atau mulai dari mempelai perempuan berjalan dari ruangan lain menuju calon suami di depan altar? Lakukan briefing dengan orang yang nantinya akan mengontrol live streaming-mu agar semua berjalan sesuai dengan bayanganmu.

6. Waktunya menikah!

Nah, kini saatnya kamu menikah secara virtual dihadiri oleh kerabat dekat via live streaming. Kalau memilih Zoom maka jumlah tamu bisa dibatasi sehingga kamu bisa mengirimi pernak-pernik kecil sebagai suvenir untuk mengucapkan terima kasih.

Jika ingin menjaga keintiman upacara pernikahanmu, ya, minta tamu undangan untuk tidak mempublikasi link ataupun password live streaming. Selain itu mempelai berhak untuk mengontrol tamu bahkan mengeluarkan mereka kalau tidak menaati aturan.

Tetap berpenampilan seperti raja dan ratu dalam sehari meski dengan tambahan memakai masker dan tidak perlu melakukan kontak fisik yang tidak perlu untuk menjaga jarak satu sama lain, ya. Jangan lupa untuk menikmati hari bahagiamu!

Memang sedih, sih, kalau kamu harus menunda pernikahanmu. Namun, esensi dari pernikahan adalah janji yang kamu dan pasanganmu ikat, bukan tentang ingar bingar pesta saja!

Pesta bisa dilakukan nanti setelah situasi kondusif, ya, yang penting kamu dan pasanganmu bisa menempuh jenjang baru.

Aapakah kamu ada rencana melangsungkan pernikahan virtual? Yuk, berbagi tips di kolom komentar agar acara bisa berlangsung lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version